Sabtu, 15 Juni 2013

YES KETEMU !!

yah ternyata memang gue mau nulis.
tapi ini tentang kejadian sekarang aja ya

gue lagi dirumah , gue pulang krn sepupu gue nikahan, gue dateng sambil pamer kamera baru, dan gue ngerjain tugas dan gue minjem laptop bibi gue. selesai. *sampah bgt * haha

sekarang gue duduk didepan tv sendiri megang laptop , emak babe berkelana ntah kemana, adek-adek tidur semua.
iseng ngintip-ngintip data eh masa ketemu sesuatu....

TULISAN WAKTU LOMBA YANG MENGHANTARKAN GUE KE JCC MENGGENGGAM TANGAN BU MARIE ELKA PANGESTU YANG BU ANI YUDHOYONO JUGA ADA YANG GUE DUDUK DISEBELAH PARA DUTA BESAR NEGARA...ADA!
tapi gue ga mau baca . malu takutnya aneh. haha 
mau gue post ah tapinya buat kenang-kenangan semoga ga buruk-buruk amat
judulnya aja agak-agak alay haha

  yuuk diliat tapi ga pake komentar yaa :p



Aku Sang “ De’Jamuholic “


            Jamu bukanlah sesuatu yang asing bagiku. Bahkan bisa dikatakan kalau aku adalah penggila jamu. Pada awalnya, aku tak pernah tahu jamu itu seperti apa, rasanya bagaimana dan fungsinya untuk apa. Lalu ibuku sekilas menjelaskan tentang jamu kepadaku. “Jamu itu merupakan minuman obat yang biasanya diminum untuk meredakan atau mungkin menghilangkan rasa sakit, misalnya saat seseorang merasakan pegal linu lalu orang tersebut meminum jamu khusus pegal linu maka penyakitnya akan lebih baik dari sebelumnya. Rasa jamu itu bermacam-macam. Ada yang manis dan ada yang pahit. Jamu itu dapat diminum oleh siapa saja. Tetapi untuk anak kecil biasanya hanya dapat meminum jamu-jamu tertentu seperti beras kencur, kunyit asam atau campuran dari keduanya. Bahkan ada pula jamu yang telah diproduksi berbentuk serbuk yang sudah dijual yang khusus di pasarkan untuk anak-anak”. Begitulah jawaban singkat ibuku yang semakin membuatku penasaran dan ingin mencoba meminum jamu. Ibu ku pun siap saat aku meminta dibelikan jamu anak-anak yang berbentuk serbuk.
            Biasanya setiap pagi ada juga penjual jamu yang melintas didepan rumahku dan dari situ aku menyaksikan sesuatu yang unik. Jamu yang dijual  dibawa menggunakan gendongan. Orang-orang biasa menyebutnya jamu gendong. Membahas tentang jamu gendong, sejujurnya aku tak tahu persis seperti bagaimana sejarahnya, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Hanya diketahui hal itu mucul seiring perjalanan sejarah kerajaan Mataran Islam. Jamu gendong merupakan suatu fenomena yang sangatterkenal di Indonesia. Namun, semakin berkembangnya zaman sepertinya intensitas jamu gendong kian berkurang. Selain jamu dijual secara tetap disuatu tempat, ternyata sepeda dan sepeda motor semakin mengambil alih sistem jamu gendong.
            Aku ingat jamu pertama kali yang aku konsumsi yaitu beras kencur. Jamu beras kencur berkhasiat sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Jikalau dikonumsi secara rutin, maka tubuh akan terhindar dari pegal-pegal serta linu yang biasa muncul bila bekerja terlalu berat.
Selain itu, jamu beras kencur juga berfungsi sebagai obat herbal yang dapat merangsang nafsu makan sehingga selera makan meningkat dan tubuhpun menjadi lebih kuat dan sehat. Oleh karena itu, jamu beras kencur baik diminum oleh anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Rasanya yang manis membuat anak-anak menyukai jamu beras kencur.
            Sampai kini aku menganggap jamu seperti kopi. Jika kita pakai maka dia akan siap melindungi kepala kita dari sinar matahari. Demikian juga halnya seperti jamu. Jika dikonsumsi maka akan menjauhkan kita dari pelbagai penyakit. Jamu merupakan sebutan bagi obat tradisional dari Indonesia. Selain itu ada juga yang meyebutnya herbal atau herba. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti daun-daunan, akar-akaran, kulit batang, dan buah. Ada pula yang menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau jeroan ayam. Bahan mineral dan sediaan sarian juga digunakan dalam pembuatan jamu.
Dari bahan-bahan alami tersebut, jamu dapat dibuat dengan 2 cara. Cara pertama yaitu dengan merebus atau menggodok semua bahan. Cara kedua memeras sari kemudian mencampurnya dengan air matang. Untuk jamu yang berbentuk serbuk biasanya ada proses dikeringkan.
            Pada dasarnya jamu itu pahit. Demi mengatasi hal tersebut, biasanya jamu yang pahit perlu ditambahkan madu agar lebih nikmat saat dikonsumsi. Dalam perkembangannya, jamu bukan hanya dijual dalam bentuk cair dan serbuk melainkan dijual juga dalam bentuk tablet, kaplet , kapsul dan dikemas dalam bentuk sachet.
            Resep jamu banyak sekali. Seperti resep jamu gendong yang umumnya berjumlah 8 macam, yaitu Beras Kencur, Pahitan, Kunyit Asem, Cabe Puyang, Kudu Laos, Uyup-Uyup, dan Kunci Suruh.
            Setiap resepnya memiliki fungsi masing-masing. Terkadang setiap penjual jamu memberikan jawaban yang berbeda-beda tentang manfaat dari resep-resep jamu. Misalnya jamu Pahitan yang gunanya untuk gatal-gatal dan kencing manis. Bahan dasarnya yaitu sambiloto ( Andrographis Paniculata ), terna yang tumbuh lurus, bercabang banyak , tinggi hingga 80 cm, dan daunnya dianggap sebagai obat mujarab terhadap gigitan ular, juga digunakan untuk mengobati penyakit gula. Lalu jamu Kunci Suruh yang berguna mengobati keluhan keputihan ( fluor albus ). Dalam meraciknya penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain, seperti buah pinang, buah delima, kunci pepet dan majakan.
Ada juga jamu Kudu Laos untuk menurunkan tekanan darah. Dan untuk saat ini, jamu yang sering ku konsumsi yaitu jamu Kunyit Asam yang berguna untuk melancarkan haid . dikatakan pula oleh para penjual jamu sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh, menghindarkan panas dalam bahkan menyuburkan kandungan. Banyak sekali manfaat dari jamu. Obat yang diramu sedemikian rupa secara tradisional namun memberikan efek positif yang luar biasa bagi kesehatan tubuh.


Minus Itu Masih Ada

Segala sesuatu tak ada yang sempurna. Apalagi hanya obat seperti jamu yang dibuat oleh manusia. Kekurangan itu tetap ada. Semakin banyak manfaat maka kekurangannya semakin banyak dan terlihat. Hal yang perlu diwaspadai adalah adanya kemungkinan ditambahkannya anggur atau arak pada saat menyajikan jamu. Pengertian salah diterima oleh beberapa penjual jamu. Mereka mengatakan bahwa fungsi anggur atau arak untuk penghangat tubuh. Lebih parahnya para penjual jamu yang ingin untung besar membeli anggur atau arak tanpa merk.
Bahakan tersiar kabar produk jamu Indonesia di Malaysia dan Singapura mengandung Bahan Kandungan Obat ( BKO ). Karena beberapa pernyataan diatas, maka para pengguna jamu diharapkan lebih teliti dan berhati-hati dalam mengkonsumsi jamu.

Jamu Ikut Berpengaruh dalam Pemasukan Keuangan Negara

            Selain digemari oleh penduduk dalam negeri, jamu tradisional Indonesia juga berpotensi untuk di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, Afrika Selatan, Nigeria, Rusia, Hongkong, Vietnam, dan lain-lain. Di Indonesia terdapat sebuah assosiasi bagi pengusaha jamu dan obat bagi alam di Indonesia (GP Jamu). Keseluruhan omzet produk jamu Indonesia mencapai Rp 7,2 trilyun yang berpengaruh terhadap pemasukan keuangan negara. Pada kenyataannya jamu sampai sat ini tetap tumbuh 20% walaupun krisis ekonomi global sedang melanda dunia.

Jamu Indonesia VS Jamu Negara Lain

            Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa beberapa negara di dunia memiliki tradisi khas yang serupa dengan tradisi jamu di Indonesia. Seperti negara India atau Arab telah terkenal dengan berbagai ramuannya. Dan yang paling terkenal di antara yang lainnya yaitu China. Bahkan China merupakan negara yang menguasai penjualan jamu atau ramuan tradisional pada pasar internasional, terutama pasar  ASEAN. Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah harus terus   mendorong serta meningkatkan peran usaha kecil menengah (UKM) jamu tradisional yang banyak sekali terdapat di Indonesia.

            Jadi, jamu Indonesia mempunyai banyak keistimewaan terutama pada komposisi bahan baku yang berkualitasnya sangat baik dan juga bervariatif. Indonesia memiliki jenis tanah yang subur, sehingga pelbagai jenis tanaman tumbuh, khususnya tanaman obat-obatan. Bahkan tidak sedikit tanaman langka yang digunakan sebagai obat dapat tumbuh subur di tanah bumi pertiwi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 30.000 spesies tanaman obat dari total 40.000 spesies yang ada di seluruh dunia. Bukankah itu suatu hal yang sangat menakjubkan serta membanggakan? Namun, negara kita baru memanfaatkan sekitar 180 spesies dari jumlah yang melimpah ruah tersebut. Dengan jumlah spesies yang sangat banyak itu, bahan baku industri jamu Indonesia tidak tergantung pada pasar impor.

Saatnya “De' JamuHolic” Kembali Beraksi

            Pernah aku merasa sedih disaat banyak remaja seusiaku lebih memilih minum soft drink dibandingkan minum jamu yang sangat banyak khasiatnya. Berbagai alasan mereka kemukakan, mulai dari  jamu itu tidak enak, kurang menarik bahkan mereka mengatakan sebagai minuman orang zaman dulu. Sepertinya mereka tidak merasa bangga terhadap jamu Indonesia. Meskipun zaman telah modern, namun apakah kita boleh meninggalkan atau bahkan menghina sebuah tradisi nenek moyang kita yang mungkin bagi segelintir orang sudah ketinggalan zaman?.
Kesadaran akan kecintaan tradisi budaya leluhur serta produk dalam negri harus dibangun serta dijaga demi merintis kembali kejayaan bangsa Indonesia di masa mendatang. Jangan pernah ragu dan malu untuk mengkonsumsi apapun yang baik dan halal meskipun itu sangat berbeda dengan kebiasaan kebanyakan orang saat ini.
Penggunaan jamu tradisional yang berbahan dasar alam, nampaknya perlu didongkrak dan disosialisasikan kembali penggunaannya sebagai alternatif pengganti obat modern yang berbahan dasar zat kimia karena bahan-bahan alami lebih efektif dan sehat karena sedikit sekali efek samping yang dimiliki.
Aku sang “ De' Jamuholic ” yang sangat mencintai produk tradisional dalm negeri, khususnya jamu. Kamu juga bisa seperti aku, hanya dibutuhkan sebuah kesadaran untuk meraih itu. Saatnya “ De'JamuHolic ” kembali beraksi untuk membangkitkan produksi jamu demi memajukan negeri tercinta Indonesia.
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar