tapi ini tentang kejadian sekarang aja ya
gue lagi dirumah , gue pulang krn sepupu gue nikahan, gue dateng sambil pamer kamera baru, dan gue ngerjain tugas dan gue minjem laptop bibi gue. selesai. *sampah bgt * haha
sekarang gue duduk didepan tv sendiri megang laptop , emak babe berkelana ntah kemana, adek-adek tidur semua.
iseng ngintip-ngintip data eh masa ketemu sesuatu....
TULISAN WAKTU LOMBA YANG MENGHANTARKAN GUE KE JCC MENGGENGGAM TANGAN BU MARIE ELKA PANGESTU YANG BU ANI YUDHOYONO JUGA ADA YANG GUE DUDUK DISEBELAH PARA DUTA BESAR NEGARA...ADA!
tapi gue ga mau baca . malu takutnya aneh. haha
mau gue post ah tapinya buat kenang-kenangan semoga ga buruk-buruk amat
judulnya aja agak-agak alay haha
yuuk diliat tapi ga pake komentar yaa :p
Aku
Sang “ De’Jamuholic “
Jamu bukanlah sesuatu yang
asing bagiku. Bahkan bisa dikatakan kalau aku adalah penggila jamu. Pada
awalnya, aku tak pernah tahu jamu itu seperti apa, rasanya bagaimana dan
fungsinya untuk apa. Lalu ibuku sekilas menjelaskan tentang jamu kepadaku.
“Jamu itu merupakan minuman obat yang biasanya diminum untuk meredakan atau
mungkin menghilangkan rasa sakit, misalnya saat seseorang merasakan pegal linu
lalu orang tersebut meminum jamu khusus pegal linu maka penyakitnya akan lebih
baik dari sebelumnya. Rasa jamu itu bermacam-macam. Ada yang manis dan ada yang
pahit. Jamu itu dapat diminum oleh siapa saja. Tetapi untuk anak kecil biasanya
hanya dapat meminum jamu-jamu tertentu seperti beras kencur, kunyit asam atau
campuran dari keduanya. Bahkan ada pula jamu yang telah diproduksi berbentuk
serbuk yang sudah dijual yang khusus di pasarkan untuk anak-anak”. Begitulah
jawaban singkat ibuku yang semakin membuatku penasaran dan ingin mencoba
meminum jamu. Ibu ku pun siap saat aku meminta dibelikan jamu anak-anak yang
berbentuk serbuk.
Biasanya setiap pagi ada juga
penjual jamu yang melintas didepan rumahku dan dari situ aku menyaksikan
sesuatu yang unik. Jamu yang dijual
dibawa menggunakan gendongan. Orang-orang biasa menyebutnya jamu gendong.
Membahas tentang jamu gendong, sejujurnya aku tak tahu persis seperti bagaimana
sejarahnya, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Hanya diketahui hal itu
mucul seiring perjalanan sejarah kerajaan Mataran Islam. Jamu gendong merupakan
suatu fenomena yang sangatterkenal di Indonesia. Namun, semakin berkembangnya zaman
sepertinya intensitas jamu gendong kian berkurang. Selain jamu dijual secara
tetap disuatu tempat, ternyata sepeda dan sepeda motor semakin mengambil alih sistem
jamu gendong.
Aku ingat jamu pertama kali yang aku
konsumsi yaitu beras kencur. Jamu beras kencur berkhasiat sebagai jamu yang
dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Jikalau dikonumsi secara rutin,
maka tubuh akan terhindar dari pegal-pegal serta linu yang biasa muncul bila
bekerja terlalu berat.
Selain itu, jamu beras kencur juga berfungsi sebagai obat
herbal yang dapat merangsang nafsu makan sehingga selera makan meningkat dan
tubuhpun menjadi lebih kuat dan sehat. Oleh karena itu, jamu beras kencur baik
diminum oleh anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Rasanya yang
manis membuat anak-anak menyukai jamu beras kencur.
Sampai kini aku menganggap jamu
seperti kopi. Jika kita pakai maka dia akan siap melindungi kepala kita dari
sinar matahari. Demikian juga halnya seperti jamu. Jika dikonsumsi maka akan
menjauhkan kita dari pelbagai penyakit. Jamu merupakan sebutan bagi obat
tradisional dari Indonesia. Selain itu ada juga yang meyebutnya herbal atau
herba. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti
daun-daunan, akar-akaran, kulit batang, dan buah. Ada pula yang menggunakan
bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau jeroan ayam. Bahan mineral
dan sediaan sarian juga digunakan dalam pembuatan jamu.
Dari bahan-bahan alami tersebut, jamu dapat dibuat dengan
2 cara. Cara pertama yaitu dengan merebus atau menggodok semua bahan. Cara
kedua memeras sari kemudian mencampurnya dengan air matang. Untuk jamu yang
berbentuk serbuk biasanya ada proses dikeringkan.
Pada dasarnya jamu itu pahit. Demi
mengatasi hal tersebut, biasanya jamu yang pahit perlu ditambahkan madu agar
lebih nikmat saat dikonsumsi. Dalam perkembangannya, jamu bukan hanya dijual
dalam bentuk cair dan serbuk melainkan dijual juga dalam bentuk tablet, kaplet
, kapsul dan dikemas dalam bentuk sachet.
Resep jamu banyak sekali. Seperti
resep jamu gendong yang umumnya berjumlah 8 macam, yaitu Beras Kencur, Pahitan,
Kunyit Asem, Cabe Puyang, Kudu Laos, Uyup-Uyup, dan Kunci Suruh.
Setiap resepnya memiliki fungsi
masing-masing. Terkadang setiap penjual jamu memberikan jawaban yang
berbeda-beda tentang manfaat dari resep-resep jamu. Misalnya jamu Pahitan yang
gunanya untuk gatal-gatal dan kencing manis. Bahan dasarnya yaitu sambiloto ( Andrographis Paniculata ), terna yang
tumbuh lurus, bercabang banyak , tinggi hingga 80 cm, dan daunnya dianggap
sebagai obat mujarab terhadap gigitan ular, juga digunakan untuk mengobati
penyakit gula. Lalu jamu Kunci Suruh yang berguna mengobati keluhan keputihan ( fluor albus ). Dalam meraciknya
penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain, seperti buah pinang, buah delima,
kunci pepet dan majakan.
Ada juga jamu Kudu Laos untuk menurunkan tekanan darah.
Dan untuk saat ini, jamu yang sering ku konsumsi yaitu jamu Kunyit Asam yang
berguna untuk melancarkan haid . dikatakan pula oleh para penjual jamu sebagai
jamu untuk menyegarkan tubuh, menghindarkan panas dalam bahkan menyuburkan
kandungan. Banyak sekali manfaat dari jamu. Obat yang diramu sedemikian rupa
secara tradisional namun memberikan efek positif yang luar biasa bagi kesehatan
tubuh.
Minus
Itu Masih Ada
Segala sesuatu tak ada yang sempurna. Apalagi hanya obat
seperti jamu yang dibuat oleh manusia. Kekurangan itu tetap ada. Semakin banyak
manfaat maka kekurangannya semakin banyak dan terlihat. Hal yang perlu
diwaspadai adalah adanya kemungkinan ditambahkannya anggur atau arak pada saat
menyajikan jamu. Pengertian salah diterima oleh beberapa penjual jamu. Mereka
mengatakan bahwa fungsi anggur atau arak untuk penghangat tubuh. Lebih parahnya
para penjual jamu yang ingin untung besar membeli anggur atau arak tanpa merk.
Bahakan tersiar kabar produk jamu Indonesia di Malaysia
dan Singapura mengandung Bahan Kandungan Obat ( BKO ). Karena beberapa
pernyataan diatas, maka para pengguna jamu diharapkan lebih teliti dan
berhati-hati dalam mengkonsumsi jamu.
Jamu Ikut
Berpengaruh dalam Pemasukan Keuangan Negara
Selain digemari oleh
penduduk dalam negeri, jamu tradisional Indonesia juga berpotensi untuk di
ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Taiwan, Afrika Selatan, Nigeria,
Rusia, Hongkong, Vietnam, dan lain-lain. Di Indonesia terdapat sebuah assosiasi
bagi pengusaha jamu dan obat bagi alam di Indonesia (GP Jamu). Keseluruhan
omzet produk jamu Indonesia mencapai Rp 7,2 trilyun yang berpengaruh terhadap
pemasukan keuangan negara. Pada kenyataannya jamu sampai sat ini tetap tumbuh
20% walaupun krisis ekonomi global sedang melanda dunia.
Jamu
Indonesia VS Jamu Negara Lain
Sebagai mana kita ketahui
bersama bahwa beberapa negara di dunia memiliki tradisi khas yang serupa dengan
tradisi jamu di Indonesia. Seperti negara India atau Arab telah terkenal dengan
berbagai ramuannya. Dan yang paling terkenal di antara yang lainnya yaitu
China. Bahkan China merupakan negara yang menguasai penjualan jamu atau ramuan
tradisional pada pasar internasional, terutama pasar ASEAN. Untuk meningkatkan daya saing,
pemerintah harus terus mendorong serta
meningkatkan peran usaha kecil menengah (UKM) jamu tradisional yang banyak
sekali terdapat di Indonesia.
Jadi, jamu Indonesia
mempunyai banyak keistimewaan terutama pada komposisi bahan baku yang
berkualitasnya sangat baik dan juga bervariatif. Indonesia memiliki jenis tanah
yang subur, sehingga pelbagai jenis tanaman tumbuh, khususnya tanaman
obat-obatan. Bahkan tidak sedikit tanaman langka yang digunakan sebagai obat
dapat tumbuh subur di tanah bumi pertiwi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa di
Indonesia terdapat 30.000 spesies tanaman obat dari total 40.000 spesies yang
ada di seluruh dunia. Bukankah itu suatu hal yang sangat menakjubkan serta
membanggakan? Namun, negara kita baru memanfaatkan sekitar 180 spesies dari
jumlah yang melimpah ruah tersebut. Dengan jumlah spesies yang sangat banyak
itu, bahan baku industri jamu Indonesia tidak tergantung pada pasar impor.
Saatnya
“De' JamuHolic” Kembali Beraksi
Pernah aku merasa sedih
disaat banyak remaja seusiaku lebih memilih minum soft drink dibandingkan
minum jamu yang sangat banyak khasiatnya. Berbagai alasan mereka kemukakan,
mulai dari jamu itu tidak enak, kurang
menarik bahkan mereka mengatakan sebagai minuman orang zaman dulu. Sepertinya
mereka tidak merasa bangga terhadap jamu Indonesia. Meskipun zaman telah
modern, namun apakah kita boleh meninggalkan atau bahkan menghina sebuah
tradisi nenek moyang kita yang mungkin bagi segelintir orang sudah ketinggalan
zaman?.
Kesadaran akan kecintaan tradisi budaya leluhur serta
produk dalam negri harus dibangun serta dijaga demi merintis kembali kejayaan
bangsa Indonesia di masa mendatang. Jangan pernah ragu dan malu untuk
mengkonsumsi apapun yang baik dan halal meskipun itu sangat berbeda dengan
kebiasaan kebanyakan orang saat ini.
Penggunaan jamu tradisional yang berbahan dasar alam,
nampaknya perlu didongkrak dan disosialisasikan kembali penggunaannya sebagai
alternatif pengganti obat modern yang berbahan dasar zat kimia karena
bahan-bahan alami lebih efektif dan sehat karena sedikit sekali efek samping
yang dimiliki.
Aku sang “ De' Jamuholic ” yang sangat mencintai produk
tradisional dalm negeri, khususnya jamu. Kamu juga bisa seperti aku, hanya
dibutuhkan sebuah kesadaran untuk meraih itu. Saatnya “ De'JamuHolic ” kembali
beraksi untuk membangkitkan produksi jamu demi memajukan negeri tercinta
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar