Bekasi
Jum’at, 5 Agustus 2011
20:22
Entah kenapa malam ini aku ada keinginan untuk menulis cerita tentang kamu. Keinginan itu muncul tiba-tiba disaat aku lagi solat tarawih loh. Enggak dijamin tuh solatnya khusu yang ada kepikiran kamu terus haha. Kapan sih aku enggak pernah mikirin kamu (kalo kamu gimana? enggak yakin orang jenis kamu bisa mikirin aku. hehe) Sepertinya aku harus terus berdoa sama Allah deh biar otak aku disetting untuk enggak selalu mikirin kamu. Ini kali ya resiko aku terlalu sayang sama kamu. Mungkin do’a aku bakal berbunyi seperti ini :
“Ya Allah, Ya Rabb sesungguhnya hamba Mu ini sedang dilanda kegelisahan yang luar biasa. Kegelisahan akan cinta. Bagaimana bisa aku terus saja memikirkannya tanpa aku tahu dia juga memikirkan aku? Aku seorang hamba Mu yang lemah hatinya. Ya Allah, tolong aku. Kuatkan aku. Ingin sekali rasanya setengah hari saja pikiranku bebas darinya. Tapi dia juga jangan diilangin dari ingatan ku yaaah. Pliiiis bantu aku ya Allah. Gimana caranya ini???? Cuma Engkau yang bisa meluruskan otakku. Semoga Engkau melihat ketikan ku ini ya Allah. Amin.”
Baiklah, kini aku akan mulai bercerita sebenarnya kamu itu siapa sih. Siap mendengar cerita sayaaaaah ??? buka mata anda lebar-lebar, lalu lihat dalam-dalam. Kemungkinan besar akan ada banyak sekali ketikan yang salah atau bahkan cerita yang enggak jelas alurnya! cekidot...
![]() |
| Ulfahusein |
teng tereeeeeng.... Dialah sesosok manusia yang saat ini sedang menyelubungi hatiku, sebut saja husen haha. Husein Nur Aminudin. seorang laki-laki yang (katanya) “tampan”. Lahir pada tanggal 18 April 1991 di Purwokerto, Jawa Tengah. Dia anak ke 3 (jika diitung satu paket) anak ke 4 (jika diitung satuan) maklum dia anak kembar. Cowok berbintang aries ini secara fisik lebih tinggi dari aku tentunya, penampilan yang apa adanya dengan kaos serta celana jeans, rambut yang teksturnya enggak jelas yang (katanya lagi) lebih keren kalo dipanjangin padahal jauh lebih keren kalo dipotong pendek (jangan kegeeran yaa!). Memiliki mata yang bisa dibilang kecil mungkin juga mendekati sipit. Hidungnya kalo aku bilang seperti hidung jambu. Wajahnya kearah lonjong. Kulitnya sawo mateeeeeng banget. Badannya kurus, saking sadisnya aku bilang dia kerempeng. Bentuk bibirnya seperti bibir pada umumnya ga ada tekstur keriting. Ditelinga bagian kiri terdapat satu tahi lalat (entah bagaimana itu lalat bisa buang aer disitu?) yang aku tebak dia itu pendengarannya luar biasa. Tangannya gede dengan jari-jari yang panjang. Okeh cukup sekian pengenalan luarnya. Sudah bisa kita laporkan kepolisi belum? Mungkin selama ini dia itu buronan yang dicari polisi (eeiittss hahahaha). Gimana? udah kebaca diotak kalian bagaimana rupanya? Itu dia sekilas tampang luarnya yang bisa aku jelasin. Kalo digambarin dikertas dengan ciri-ciri diatas enggak dipungkiri dia akan mirip sama salah satu dari kedua orang tuanya atau lebih spesifik lagi dengan saudara kembarnya. Silahkan coba dirumah ! (loh) (tuh disamping ada fotonya bareng gue juga.)
Mari kita kenal dia secara pribadi menurut kaca mata aku. Berdasarkan pertimbangan serta pengamatan selama ini, aku menilai sosoknya sebagai seorang yang sangat humoris buktinya dia bisa mengimbangi aku yang sedikit ‘gila’ ini. haha. Pembawaannya easy going, nyantai dan ga terlalu ambil pusing masalah. Karena sikap pembawaannya yang seperti itu membuat aku menjudge dia sebagai orang yang sangat cuek. Secuek cueknya manusia mungkin ini orang kali ya. Sikap cueknya dia udah aku tangkep dari pertama kali aku memutuskan untuk mengenalnya lebih jauh.
Begini kisahnya.............
Takdir itu ada dan aku percaya takdir menemukan kita disini. Tahun 2010 kuliahlah aku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan mengambil jurusan Pendidikan Matematika. Pada awalnya memang kita tak saling mengenal. Bahkan setelah kuliah bulan september dan oktober rasanya aku belum pernah melihat kamu dikampus. Sampai propesa pun demikian. Mungkin kita pernah bertemu tapi aku enggak memperhatikan adanya kamu. Apa kamunya yang enggak terkenal yah? Hah whatever ! Sampai suatu saat kita bertemu dan untuk pertama kalinya aku mengenalmu disitu, saat itu, ta’aruf jurusan pada bulan november 2010 di Puncak, Jawa Barat. (tuh kan setiap gue mau cerita dikisah ini pasti yang terjadi adalah bulu kuduk gue berdiri, jantung gue berdetak lebih dari biasanya dan ekspresi muka gue senyam senyum mirip gembel elit lagi makan lasagna dipinggir got). Pertama bertemu dengan kamu aku enggak peduli-peduli amat sih. Aku hanya sekedar tahu kamu bernama husen yang nantinya akan jadi pemandu kelompok 1 dan didalamnya ada aku. Hanya mencoba untuk mengingat bentuk wajah kamu. Biar enggak lupa. Itu saja. Ku rasa kita tak berjodoh di hari itu karena ternyata pas malam harinya pemandu ditukar kembali, alhasil kelompok aku dipimpin sama ka frendy bukan dirimu. Tapi bersyukurlah kamu karena sejak itu setidaknya aku telah mengenal nama dan tampang mu. Haha.
Hari berganti hari, enggak lama setelah putus dari seseorang aku iseng-iseng (alhamdulillah kalo berhadiah) nyari penggantinya hehe. Enggak ada niat khusus sama sekali dalam hal ini. main-mainan ajah. Tapi takdir kembali ikut campur. Dikirimlah utusan berupa kaka kelas yang baik hati, bijaksana, dan tidak sombong. dialah ka ochit. Hahaha. Waktu itu aku dan teman-teman lain sedang mengikuti acara seminar nasional pendidikan matematika di auditorium UIN. Sejujurnya bosen banget dengerin itu seminar. Dapet duduk paling belakang pula. Ya sudahlah, kata bosen tak bisa dipisahkan dari otak kami. Tiba-tiba saja ka ochit datang menghampiri. Duduklah ia disamping kiri nana sedangkan aku duduk disebelah kanannya. Yah, paling enak ya ngobrol cuma aku bingung mau ngobrolin apa. Mulai deh usil nanya-nanya cowok di bemj yang jomblo. Haha. Bla..bla..bla.. dalam hitungan sekejap beberapa nomor handphone sudah ditangan. Tapi yang memang sedikit aneh saat ngobrol ka ochit gencar banget ngiklanin seseorang yang bernama...............................................husen.
“aku punya temen loh, namanya husen. Kalo mau sama dia aja. Dia jomblo kok” katanya
“ka husen yang mana ka? Ahaaa, yang waktu itu dateng di ta’aruf bukan?” kata ku.
“iya, nih aku kasih nomornya. Dia orangnya baik.”
“anak bem juga ka?”
“ga terlalu aktif sih. Nih aku kasih nomornya yaaa. Catet catet. 089........”
“makasih ka.”
Sempet loh terbesit di otak aku. Ka ochit dapet royalti berapa ya dari orang yang namanya ka husen? Hehe. Abisnya semangaaaat banget. Aku coba buat mengalihkan nanya tentang kaka yang lain eh tetep aja baliknya ke ka husen lagiiii ka husen lagi. Ampun deeeh. Sejak itu yang aku lakukan sekarang hanyalah menyimpan nomor-nomor itu di phonebook dan enggak mungkin ada yang kepake. Jelas aja, mana berani coba aku menghubungi mereka kalo memang enggak ada keperluan penting. Atas dasar apa? Pdkt gitu? ah enggak banget. Biarpun jelek, gini-gini gengsi ku setinggi langit seluas jagad raya. Terselip juga pikiran, kalo mau kenal mula-mula gimana ya? Kalo sms rasanya sok sksd banget gitu. jangankan ini orangnya baru semua, yang di SMA aja udah sekelas kenal banget pula jadinya begini.(inget kisah cinta lo dijaman SMA kan paaaaah?????)
Oke oke kalian pasti pada penasaran gimana awalnya aku bisa kenal lebih dekat dengan makhluk bumi yang bernama husen.
Kapan kapan yah dilanjutin lagi........... to be continue :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar